Apakah Rokok Elektrik Lebih Baik Dari Rokok Tembakau

Rokok Elektrik Atau Rokok Tembakau, Mana Yang Lebih Ber bahaya ? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Share this :

Penggunaan rokok elektrik dikalangan remaja atau anak muda semakin meningkat karena banyak anggapan bahwa rokok elektrik atau yang biasa disebut vape lebih aman dari rokok konvensional (rokok tembakau) dan membantu orang berhenti dari kecanduan rokok tembakau. Lantas, lebih berbahaya mana, rokok elektrik atau rokok tembakau? Artikel ini akan membahas penjelasan tentang rokok elektrik beserta dampak rokok elektrik bagi kesehatan.

Apa itu rokok elektronik?

apa itu rokok elektronik
Sumber: https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/about-e-cigarettes.html

Rokok elektrik atau Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) merupakan suatu produk dengan bentuk dan ukuran beragam yang menghasilkan asap berupa aerosol dari hasil pemanasan cairan (liquid). Sebagian besar rokok elektrik memiliki baterai, elemen pemanas, dan tempat menyimpan cairan. Umunya cairan atau liquid yang digunakan saat vaping memiliki rasa yang bervariasi.

Apa Saja Komposisi yang Terdapat Di Dalam Rokok Elektrik?

Asap atau yang berupa aerosol yang dihirup oleh pengguna vape umumnya mengandung:

  1. Nikotin
  2. Bahan kimia seperti diacetyl yang merupakan perasa
  3. Senyawa-senyawa organik yang mudah menguap
  4. Bahan kimia yang memicu kanker
  5. logam berat seperti nikel, timah dan timbal

Fakta – Fakta Ilmiah Tentang Rokok Elektrik

rokok elektrik atau rokok tembakau
  1. Nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik dapat memberikan efek ketagihan sama dengan halnya rokok konvensional. Nikotin dapat membahayakan perkembangan otak remaja, anak-anak hingga janin yang terkandung dari ibu hamil yang menggunakan rokok elektrik.
  2. Menurut penelitian, zat nikotin masih terdeteksi di beberapa produk rokok elektrik yang meng klaim free-nicotin.
  3. Bahan kimia seperti diacetyl dan senyawa organik yang mudah menguap berpotensi menyebabkan penyakit serius pada paru-paru dan menyebabkan kanker.
  4. Orang yang berada disekitar pengguna beresiko terkena paparan langsung dari asap rokok elektrik.
  5. Rokok elektrik telah dikaitkan dengan ribuan kasus penyakit paru-paru serius yang menyebabkan kematian. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak merekomendasikan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional.
  6. Diperkirakan lebih dari dua ribu kasus ledakan rokok elektrik terjadi di Amerika sepanjang tahun 2015 hingga 2017 yang menyebabkan korbannya menjalani prosedur operasi akibat luka parah dibagian mulut dan tenggorokan bahkan meninggal dunia. Kasus ledakan rokok elektrik juga pernah terjadi di Bali.

Dampak Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

1 – Mengganggu Kesehatan Pembuluh Darah

Studi yang dilakukan oleh American Heart Association di Chicago mengungkapkan bahwa penggunaan rokok elektrik berdampak buruk bagi kesehatan kardiovaskular karena mengganggu sel endotelial yang ada di pembuluh darah. Sel endotelial memproduksi molekul yang bernama nitric oxide, di mana molekul ini berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah.

Baca juga : Terapi Hipertensi yang Direkomendasikan dalam JNC 8

Senyawa- senyawa kimia yang terdapat di dalam rokok konvensional menyebabkan penurunan kadar nitric oxide inilah yang menyebabkan mengapa rokok konvensional sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan Studi lebih lanjut dari rokok elektrik menunjukan adanya efek serupa.

2 – Menyebabkan Penggumpalan Darah

Rokok Elektrik Atau Rokok Tembakau, Mana Yang Lebih Ber bahaya ? Simak Penjelasan Ilmiahnya Hey Healthiest
Penggumpalan (blood clot) yang terjadi di pembuluh darah menjadi faktor resiko penyakit jantung koroner dan stroke
Sumber: cdc.gov/stroke/about

Penelitian menunjukan bahwa trombosit yang terpapar uap rokok elektrik menjadi hiperaktif hal ini akan mengakibatkan pembentukan gumpalan darah. Tentunya pembentukan gumpalan darah sangat berbahaya dan beresiko menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) hingga Stroke.

Jadi, Lebih Berbahaya Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau?

Dari penjelasan di atas, tentu secara ilmiah rokok elektrik bukanlah alternatif yang aman atau sehat dari penggunaan rokok konvensional.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa apapun yang kita hirup selain udara bersih akan memberikan dapak buruk bagi kesehatan.

Referensi

American Heart Association, https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/quit-smoking-tobacco/is-vaping-safer-than-smoking, https://www.heart.org/en/news/2018/07/20/vaping-leads-to-blood-clots-in-mice ,diakses 5 Desember 2020

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/severe-lung-disease.html, diakses 5 Desember 2020

CNN Indonesia, https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190620164007-255-405028/bahaya-ledakan-yang-mengintai-pengguna-rokok-elektrik ,diakses 5 Desember 2020


Share this :

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *