Mengenal Mental Health First Aid / Pertolongan Pertama Kesehatan Mental Hey Healthiest

Mengenal Mental Health First Aid / Pertolongan Pertama Kesehatan Mental

Share this :

Mental Health First Aid (MHFA) merupakan bantuan pertama yang diberikan kepada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental, mengalami krisis kesehatan mental, atau memburuknya kesehatan mental.

Mental Health First Aid diberikan oleh seorang awam kepada orang yang mengalami masalah kesehatan mental sebelum mendapatkan terapi lebih lanjut dari seorang profesional kesehatan (psikiater, psikolog, konselor, dokter dan lainnya).

Diperlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama kesehatan mental. Pelatihan Mental Health First Aid (MHFA) dikembangkan di Australia pada tahun 2000 oleh Betty Kitchener yang merupakan seorang perawat di bidang pendidikan kesehatan dan Anthony Jorm, seorang profesor literasi kesehatan mental. MHFA ini kemudian disebarluaskan di negara – negara lain dengan tujuan untuk membantu, memberi dukungan kepada orang yang mengalami gangguan kesehatan mental dengan pedoman-pedoman yang telah dikembangkan.

Namun, disamping itu semua banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempelajari mental health first aid tanpa latar belakang profesi dan pendidikan tertentu. Maka di artikel ini saya akan membahas sekilas tentang hal – hal yang perlu diketahui dan dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama kesehatan mental bagi khalayak umum.

Prevalensi Gangguan Mental pada Populasi Penduduk Dunia

Menurut WHO, prevalensi orang dengan gangguan mental mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hasil survei menunjukan pada tahun 2002 sebanyak 154 juta orang mengalami depresi, 25 juta orang mengidap skizofrenia, 15 juta orang mengalami penyalahgunaan zat terlarang dan angka ini diperkirakan terus bertambah terutama pada negara – negara berkembang.

gangguan kesehatan mental

Mengapa Penting Mengetahui Mental Health First Aid ?

Umumnya, seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental akan meminta bantuan kepada orang lain di lingkungan sosialnya baik keluarga maupun kerabat terdekat untuk membantu mereka dalam mencari solusi atas masalah yang dialami sebelum mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan.

Meskipun banyak orang dengan gangguan kesehatan mental mendapat dukungan positif dari lingkungan sosialnya, tidak sedikit pula dari mereka yang dijauhi dan mengalami deksriminasi. Di Indonesia sendiri orang yang mengalami gangguan kesehatan mental masih dianggap aneh. Banyaknya stigma yang muncul dikalangan penderita membuat keluarga penderita lebih memilih menutupi kondisi anggota keluarganya.

mental health first aid - stigma gangguan kesehatan mental
Stigma dan deskriminasi terhadap orang dengan gangguan kesehatan mental – sumber : istockphoto

Di zaman yang serba moderen ini sangat disayangkan karena tak sedikit anggota keluarga yang membawa penderita ke dukun karena pihak keluarga beranggapan penderita diganggu makhluk halus atau sebagainya alih-alih membawanya ke profesional kesehatan.

Hal ini membuktikan bahwa edukasi tentang mental health first aid sangatlah penting untuk menghilangkan pandangan yang tidak sesuai bagi penderita dengan gangguan kesehatan mental dan mengetahui cara penanganan awal dari orang-orang terdekat. Karena, dukungan positif dari siapapun untuk orang dengan gangguan kesehatan mental dapat membantu mencegah kondisi yang lebih buruk seperti trauma dan mengurangi dampak negatif di kemudian hari yang berujung pada self-harm hingga bunuh diri.

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang serius. Diperkirakan terdapat 80.000 kasus kematian akibat bunuh diri setiap tahunnya atau 1 kematian setiap 40 detik.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan terdapat 9.000 kasus buhun diri di Indonesia per tahunnya, di mana kasus bunuh diri banyak di alami oleh laki – laki dibanding perempuan. Melihat tingginya kasus kematian akibat bunuh diri tersebut, penting bagi kita untuk melakukan upaya – upaya untuk mencegah kasus tersebut tidak terjadi.

Upaya yang Dapat Dilakukan Pada Pertolongan Pertama Kesehatan Mental

Tindakan pertolongan pertama pada kesehatan mental dikenal dengan ALGEE yang merupakan singkatan dari:

A-Approach, assess, and assist with any crisis

pertolongan pertama kesehatan mental
Pertolongan pertama kesehatan mental

Pertama-tama pada tahap ini hal yang harus dilakukan adalah pendekatan dengan mencari tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh penderita. Apabila penderita tidak berinisiatif untuk bercerita atau mengutarakan masalahnya, maka kita harus memulai komunikasi dengan tetap menghormati privasi serta kerahasiaannya. Bila penderita sudah mulai bercerita, dengarkan dengan penuh perhatian dan berikan saran atau bantuan terhadap masalah tersebut. Namun bila pada akhirnya kita sebagai penolong tidak kunjung juga menemukan masalahnya, maka kita bisa menanyakan bagaimana perasaan penderita saat ini dan sudah berapa lama penderita merasakannya.

L-Listen and communicate nonjudgmentally

Di tahap ini, mendengarkan apa yang disampaikan oleh penderita sangatlah penting, buat penderita merasa nyaman dan bebas berbicara tentang masalahnya. Dengarkan dengan baik tanpa menghakimi, jangan langsung memberi penilaian pribadi pada situasi ini. Bila orang yang ingin kita bantu menolak untuk diberi bantuan sekarang, kita bisa jelaskan kepada mereka untuk bisa menghubungi kita sewaktu-waktu nantinya. Ingat, bahwa kita tetap harus menghormati hak orang lain dalam membuat keputusan ini karena jangan sampai kita memaksa untuk menolong.

Mengenal Mental Health First Aid / Pertolongan Pertama Kesehatan Mental Hey Healthiest
Dengarkan apa yang disampaikan penderita tanpa menghakimi

Hal yang paling penting dalam point ini dan harus di ingat adalah jangan menunjukan diri kita sebagai penolong dan meminta imbalan berupa uang atau lainnya, jangan pula membuat janji atau informasi yang tidak benar, hindari berbicara berlebihan, jangan menghakimi berdasarkan perilaku dan perasaannya dan tetap menjadi orang yang bisa dipercaya untuk tidak menyebarkan ceritanya kepada orang lain.

G-Give support and information

Berikan dukungan emosional bahwa kita berempati tentang apa yang mereka rasakan dan tetap yakinkan orang tersebut bahwa dirinya akan membaik. Bila perlu dan memungkinkan berikan informasi terkait gangguan kesehatan mental. Sebagai penolong tentu kita harus paham terlebih dahulu tentang kesehatan mental agar tidak memberi informasi yang salah dan menyarankan solusi – solusi yang tepat kepada orang yang akan kita tolong.

E-Encourage appropriate professional help

Umumnya, seseorang dengan gangguan kesehatan mental akan membaik dengan bantuan dari profesional kesehatan agar mereka mendapat penanganan yang tepat dan segera pulih. Orang dengan kondisi serius seperti cedera yang mengancam nyawa, orang dengan gangguan kesehatan mental yang tidak mampu merawat dirinya sendiri harus segera mendapat perawatan dari profesional kesehatan yang tepat.

E-Encourage other supports

dukungan dari keluarga merupakan pertolongan pertama kesehatan mental yang utama
Dukungan dari keluarga merupakan pertolongan pertama kesehatan mental yang utama

Walaupun sudah mendapat penanganan dari profesional kesehatan, orang dengan gangguan kesehatan mental tetap memerlukan dukungan dari keluarga dan kerabat terdekatnya. Selama masa pemulihan ini, dukungan merupakan pertolongan yang berharga bagi penderita.

Baca juga : Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa/Psikiatri

Referensi

MHFA International, https://mhfainternational.org/history-of-mental-health-first-aid/ -diakses 24 Desember 2020

Jorm, A. F., & Ross, A. M. (2018). Guidelines for the public on how to provide mental health first aid: narrative review. BJPsych open4(6), 427-440.

Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan mental masyarakat Indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental). Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat2(2).

https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44 -diakses 24 Desember 2020

Baca juga : Terapi Hipertensi yang Direkomendasikan dalam JNC 8


Share this :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *