Virus penyebab penyakit

Mengenal 10 Jenis Virus Penyebab Penyakit Lengkap Pembahasan, Gejala Klinis Hingga Pencegahannya

Share this :

Ukurannya yang sangat kecil atau tak kasat mata menjadikan virus sulit untuk diketahui keberadaanya dan dapat dengan sangat mudahnya memasuki tubuh kita. Berbagai macam jenis virus penyebab penyakit dapat kita cegah untuk menginfeksi tubuh kita dengan cara berperilaku hidup sehat dan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh. Artikel ini akan membahas jenis – jenis virus penyebab penyakit beserta gejala dan pencegahan nya.

Definisi Virus

Virus berasal dari bahasa latin ‘virion‘ yang berarti racun. Virus merupakan parasit yang berukuran sangat kecil (mikroskopik) yang menginfeksi organisme hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Virus merupakan parasit obligat yang hanya dapat bereproduksi di dalam makhluk hidup dengan memanfaatkan sel makhluk hidup tersebut sebagai inangnya karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk dapat bereproduksi sendiri. Istilah virus umunya partikel yang menginfeksi sel eukariota dan dikatakan bakteriofage atau fage apabila menyerang jenis sel prokariota.

Pandemi Virus Influenza 1918 - jenis virus penyebab penyakit
Pandemi Virus Influenza 1918

Hingga saat ini, keberadaan virus masih diperdebatkan statusnya. Dikatakan virus sebagai makhluk hidup karena memiliki ciri dapat bereproduksi. Dikatakan virus sebagai partikel karena tidak memiliki organel yang lengkap dan tidak menjalankan fungsi biologis seperti yang makhluk hidup lainnya. Virus juga dapat dikristalkan sehingga ciri ini lebih menunjukkan ciri mineral daripada ciri kehidupan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri di dalam sel hidup inangnya.

Sejarah Penemuan Virus

Virus Mosaic pada Tembakau
Virus Mosaic pada Tembakau – Virus pertama yang divisualisasikan menggunakan mikroskop elektron

Virus pertama kali ditemukan pada tahun 1883 oleh Adolf Mayer seorang ilmuwan asal Jerman yang menemukan bercak-bercak putih pada daun tembakau. Adolf Mayer kemudian mempelajari dan menyimpulkan bahwa penyakit ini dapat menular saat ia menyemprotkan getah tanaman terinfeksi ke tumbuhan yang sehat dan tumbuhan sehat tersebut menjadi sakit. Namun, mikroorganisme yang di duga meyebabkan penyakit ini tidak terlihat di mikroskop. Sehingga, Mayer berhipotesis bahwa mikroorganisme yang menginfeksi tembakaunya tersebut merupakan bakteri dengan ukuran yang lebih kecil dari biasanya.

Pada tahun 1892 Dimitri Ivanowsky mempelajari dan menguji lebih lanjut hipotesa Mayer. Ivanowsky menyimpulkan dari hasil pengujianya bahwa mikroorganisme yang menginfeksi tembakau ini mampu menghasilkan toksin yang dapat menembus jaringan.

Pada tahun 1897 Martinus Beijerinck mendeskripsikan bahwa mikroorganisme yang menyerang tanaman tembakau ini merupakan organisme submikroskopik dan dapat melakukan replikasi hal ini dibuktikan dari filtrat tembakau sakit yang telah berulang kali diencerkan namun tetap bersifat patogen apabila disemprotkan pada tanaman yang sehat. Kemudian patogen temakau ini disimpulkan bukan sebagai bakteri, melainkan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Pendapat Beijerinck dapat dibuktikan pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith berhasil mengkristalkan partikel mosaik yang kini dikenal sebagai Tobacco Mosaic Virus (TMV) yang merupakan jenis virus penyebab penyakit pada tumbuhan. Pada tahun 1939 G.A Kausche berhasil memvisualisasikan virion atau bentuk virus mosaic menggunakan mikroskop elektron.

Ukuran Virus

Virus merupakan agen infeksius yang berukuran sangat kecil atau sekitar 20 sampai 400 nanometer dengan diameter 1 nanometer. Dengan kata lain dari segi ukuran virus lebih kecil dari bakteri karena ukuran bakteri terkecil adalah sekitar 400 nanometer.

Virus bukan berupa sel (aselular). Virus tersusun atas partikel-artikel yang disebut virion, di mana virion ini tersusun atas asam nukleat yang dibungkus oleh suatu protein yang disebut kapsid.

Inilah Berbagai Macam Jenis Virus Penyebab Penyakit Beserta Gejala dan Pencegahannya

1 – Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Virus ini merupakan jenis virus penyebab penyakit yang menyerang sel darah putih terutama sel CD4. Seiring berjalannya waktu, virus ini akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga orang yang terinfeksi tidak akan mampu melawan berbagai macam penyakit yang masuk.

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS)

Merupakan sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat terinfeksi HIV. Individu yang baru terpapar HIV belum tentu menderita AIDS. Namun, seiring berjalannya waktu kekebalan tubuh yang menurun menyebabkan orang tersebut akan mudah terkena berbagai macam jenis penyakit. Pada tahap inilah orang tersebut mengidap AIDS.

Infesksi retrovirus - HIV
Infeksi retrovirus di dalam sel inang

Tahapan Infeksi HIV/AIDS

Fase 1

Umur infeksi 1-6 bulan sejak terinfeksi HIV. Pada fase ini antibodi HIV belum terbentuk dan gejala yang dialami masing ringan seperti flu yang bisa sembuh setelah beberapa hari.

Fase 2

Umur infeksi 2-10 tahun. Di tahap ini individu yang terinfeksi sudah dapat menularkan infeksi ke orang lain.

Fase 3

Mulai muncul gejala-gejala awal penyakit. Umumnya gejala yang muncul antara lain, keringat berlebih di malam hari, diare terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, flu yang berlangsung lama, nafsu makan berkurang dan berat badan yang terus mengalami penurunan.

Fase 4

Pada fase ini individu yang terinfeksi sudah mengalami penurunan kekebalan tubuh yang dapat terlihat dari hasil pemeriksaan jumlah sel CD4. Di fase ini juga penyakit seperti TBC dan infeksi paru-paru, kesulitan bernafas, sariawan yang berlangsung lama dan kanker timbul.

Pencegahan HIV/AIDS

  • Abstinence – Tidak melakukan hubungan seks beresiko tinggi terutama seks pranikah
  • Be faithful – Setia
  • Condom – Menggunakan condom/pengaman secara konsisten dan benar
  • Drugs – Tolak penyalahgunaan NAPZA
  • Equipment – Hindari pemakaian jarum suntik bersama

2 – Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Virus ini merupakan jenis virus penyebab penyakit yang biasa dikenal sebagai pneumonia atorpik yang merupakan infeksi saluran pernafasan akut. SARS disebabkan oleh virus SARS associated coronavirus (SARS-Cov).

SARS-Cov - Coronavirus
Epidemi SARS di Asia – 2003

Gejala Klinis SARS

  1. Demam, suhu >38 C
  2. Batuk, sulit bernafas/sesak nafas, nafas pendek
  3. Pemeriksaan radiografi menunjukan adanya infiltrat paru dengan penumonia. Penegakan diagnosis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti kultir virus, PCR dengan spesimen dahak, feses dan darah, uji deteksi antibodi.

3 – Infeksi Varicella / Cacar / Chicken-pox

Virus Varicella Zoster merupakan jenis virus penyebab penyakit varisela atau cacar di mana infeksinya bersifat menular. Penyakit ini ditandai dengan adanya vesikel yang timbul di kulit kemudian menyebar hingga ke seluruh tubuh.

Manifestasi Klinis

Diawali dengan tubuh yang terasa lemas, pusing, demam, dalam waktu 24 jam timbul bintik-bintik di kulit dengan sensasi panas terbakar, timbul benjolan berisi air.

Pencegahan

Hindari kontak dengan penderita, tingkatkan daya tahan tubuh, Imunoglobulin Varicella Zoster.

4 – Flu Babi / H1N1

Mengenal 10 Jenis Virus Penyebab Penyakit Lengkap Pembahasan, Gejala Klinis Hingga Pencegahannya Hey Healthiest
Virus Influenza Tipe A

Flu babi merupakan turunan flu spanyol yang menyebabkan pandemi di tahun 1918. Transmisi atau penularan dari babi ke manusia sangat jarang. Penyabab flu babi adalah virus influenza subtype H1N1 familli orthomyxoviridae. Penularan virus ini dari babi ke babi melalui moncong babi, melalui udara atau droplet.

5 – Flu Burung / H5N1

Di Indonesia, penyebab flu burung merupakan virus influenza A subtype H5N1yang dikenal sebagai virus unggas yang patogen (High Pathogenic Avian Influenza – HPAI). Virus ini dapat bertahan di air sampai 4 hari pada suhu 22 derajat C dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat C. Virus ini akan mati pada pemanasan di suhu 60 derajat C selama 30 menit, dapat mati dengan detergent, desinfektan.

6 – Variola / Smallpox

Variola merupakan infeksi virus akut yang bersifat menular dan dapat menyebabkan kematian. Infeksi ini disebabkan oleh variola major atau variola minor. Variola major menyebabkan penyakit yang lebih serius dibanding variola minor degan tingkat kematian 30-35%. Penularan dapat terjadi melalui udara.

Edward Jenner - Penemu vaksin cacar
Edward Jenner – Penemu vaksin cacar

Penyakit cacar telah membuat rekor di Eropa dari abad 15 hingga abad 18 sebagai penyakit yang menyebabkan bencana besar terhadap kehidupan manusia, sejarah politik dan sejarah ekonomi. Akibat merebaknya penyakit ini, penemuan vaksin cacar terus berkembang hingga WHO menyatakan bahwa tidak ada lagi kasus smallpox di tahun 1980.

7 – Rabies

Rabies merupakan infeksi akut pada susunan sistem saraf pusat yang menginfeksi binatang terutama anjing dan manusia. Virus rabies termasuk dalam genus Lyssavirus familli Rhabdoviridae. Sejarah rabies bermula 2000 tahun sebelum masehi saat Aristoteles menemukan bahwa anjing dapat menularkan infeksi ke anjing yang lain melalui gigitan.

Anjing - anak anjing- pencegahan rabies pada anjing
Anjing merupakan hewan yang sering terinfeksi rabies

Gambaran Klinis

Setelah masa inkubasi virus di dalam tubuh manusia, virus rabies memiliki kemampuan untuk memanipulasi sistem imun dengan cara melekat pada sistem saraf kemudian virus akan memasuki saraf perifer hingga kemudian memasuki sistem saraf pusat.

  • Stadium Prodormal : Gejala awal yang muncul tidak terlalu spesifik berupa sakit kepala, lemah, anoreksia, demam, rasa takut, cemas, nyeri otot, insomnia, mual, muntah dan nyeri perut.
  • Stadium kelainan neurologi : setelah melewati stadium prodormal, maka akan terjadi perkembangan penyakit pada otak dengan gejala berupa kejang, kontraksi otot farings dan esofagus, aerofobia dan yang paling sering terjadi adalah hidrofobia.

Pencegahan

Kunjungi dokter hewan untuk mendapatkan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan secara berkala, memastikan hwan peliharaan tetap berada dalam pengawasan pemeliharanya untuk menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi, hindari kontak dengan hewan liar yang kemungkinan besarnya belum divaksinasi.

8 – Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang terjadi karena adanya virus. Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat disebabkan konsumsi alkohol dan obat-obatan. Berikut jenis – jenis virus penyebab penyakit hepatitis :

  • Virus hepatitis A (HAV) yang penyebarannya melalui tinja. Umumnya orang yang terinfeksi hepatitis A merupakan penderita yang kurang menjaga kebersihan.
  • Virus hepatitis B (HBV) dapat ditularkan melalui pemakaian jarum suntik secara bersama dan juga dapat dituarkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama proses persalinan.
  • Virus hepatitis C (HCV) sebagian besar ditularkan dari donor darah.
  • Virus hepatitis D (HDV) merupakan infeksi yang dapat memperburuk keadaan infeksi hepatitis B.

Gejala Hepatitis

Salah satu gejala yang tampak secara fisik bagi penderita hepatitis adalah kulit dan selaput putih mata yang mungkin akan berubah warna menjadi kuning sehingga sering disebut penyakit kuning, kemudian urine yang bewarna gelap.

Pencegahan Hepatitis

Melakukan promosi kesehatan dapat dilakukan sebagai upaya edukasi dan pengenalan secara dini bagi masyarakat tentang hepatitis dan cara pencegahannya secara tepat. Vaksinasi hepatitis juga dapat dilakukan untuk merangsang kekebalan dan memberi perlindungan secara efektif. Menjaga kebersihan di manapun dan kapanpun tentu harus dilakukan untuk mengurangi resiko terinfenksi hepatitis.

9 – Virus Herpes

Herpes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Varicella-zoster umumnya penyakit ini menyerang bagian kulit berupa cacar air. Terdapat 2 macam jenis herpes, antara lain :

  1. Hepes Genitalis, timbul adanya peradangan pada kulit bagian vagina, penis, area anus, bokong dan selangkangan. Penyebab herpes genitalis adalah virus herpes simplek.
  2. Herpes Zoster, timbul gelembung berisi cairan pada permukaan kulit hampir di seluruh bagian tubuh yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

Pencegahan Herpes

Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ genital secara teratur, hindari melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan (setia), gunakan kondom, hindari penggunaan jarum suntik bekas/selalu gunakan jarum baru.

10 – Virus Dengue

Virus Dengue merupakan jenis virus penyebab penyakit demam berdarah yang ditularkan melalui vektor atau perantara nyamuk Aedes aegypti. Virus ini termasuk ke dalam Famili Flaviviridae dan Genus Flavivirus.

Gejala DBD

Umumnya penderita demam berdarah mengalami demam dengan suhu 38 derajat C atau di atasnya selama 2 sampai 7 hari, nyeri bagian ulu hati karena kemungkinan terjadinya pembengkakan atau hepatomegali, pendarahan spontan bisa berupa bintuk bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah hingga muntah darah.

Pencegahan DBD

Pengendalian DBD yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan memberantas nyamuk yang menjadi perantara penularan virus karena vaksin untuk mencegah DBD belum tersedia.

Baca juga :

Bahaya Asam Lemak Trans Bagi Kesehatan

Antihipertensi yang Direkomendasikan Dalam JNC 8

Referensi :

Hasdianah, H. R., & Prima, D. (2014). Virologi mengenal virus, penyakit, dan pencegahannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

Britannica

  • https://www.britannica.com/science/virus/The-protein-capsid
  • https://www.britannica.com/science/retrovirus
  • https://www.britannica.com/science/SARS
  • https://www.britannica.com/search?query=smallpox
  • https://www.britannica.com/science/influenza-A-H1N1
  • Diakses 21 September 2020

Centers for Disease Control and Prevention

  • https://www.cdc.gov/smallpox/
  • https://www.cdc.gov/rabies/prevention/index.html
  • Diakses 23 September 2020


Share this :

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *