farmakologi - apoteker

Mengenal Farmakologi, Ilmu Penting Dalam Dunia Farmasi

Share this :

Farmakologi adalah ilmu khasiat obat yang mempelajari seluruh aspek pengetahuan obat meliputi sifat kimia, fisika, aktivitas fisiologi dan nasibnya dalam organisme hidup.

Farmakologi berasal dari kata pharmacon (obat) dan logos (ilmu pengetahuan). Sehingga dapat disimpulkan bahwa farmakologi adalah ilmu tentang bahan – bahan yang berinteraksi dengan makhluk hidup khususnya melalui ikatan dengan molekul-molekul pengatur (regulatory molecules) serta mengaktifkan atau menghambat proses normal tubuh.

Secara umum, ruang lingkup farmakologi mencakup beberapa bagian, antara lain:

  1. Farmakognosi
  2. Farmakokinetika
  3. Farmakodinamika
  4. Toksikologi
  5. Farmakoterapi
  6. Biofarmasetika

Perkembangan Sejaran Obat dan Ilmu Farmakologi

Mengenal Farmakologi, Ilmu Penting Dalam Dunia Farmasi Hey Healthiest
Penggunaan mustard gas pada perang dunia pertama (Sumber: bbc.com)

Di masa lalu, manusia memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai obat dengan cara mencoba-coba dan mendapat pengalaman dengan berbagai macam daun dan akar tumbuhan untuk mengobati suatu penyakit. Kemudian pengetahuan ini secara turun temurun (empiris) disimpan dan dikembangkan hingga akhirnya muncul ilmu pengobatan rakyat seperti pengobatan tradisional jamu di Indonesia.

Namun, tidak semua obat dijadikan sebagai anti-penyakit. Zaman dahulu obat dijadikan sebagai kosmetika (hingga saat ini), alat ilmu sihir dan racun untuk membunuh musuh. Misalnya, strychnin yang digunakan oleh penduduk pribumi Afrika dan Amerika Selatan sebagai racun panah. Selain itu, nitrogen-mustard yang merupakan anti-kanker pada awalnya digunakan sebagai gas racun (mustard gas) pada perang dunia pertama.

Pada abad ke 17 akhir, pengamatan dan eksperimen tehadap materia medica atau ilmu meracik obat berkembang menjadi cikal bakal farmakologi yang mulai menggeser budaya mengira-ngira dalam pengobatan.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu kimia, fisika dan ilmu kedokteran semakin berkembang pesat. Hingga pada akhirnya permulaan abad ke 20, obat sintetik mulai mengalami kemajuan. Perubahan besar terjadi saat penemuan dan penggunaan kemoterapeutika sulfanilamid (1935) dan penisilin (1940).

Penelitian dan pengembangan terhadap obat-obat baru yang semakin terus digencarkan hingga memunculkan banyak zat-zat sintetik yang tentunya sangat bermanfaat dalam bidang farmakoterapi. Banyak obat-obat kuno yang kemudian ditinggalkan dan diganti dengan obat yang lebih mutakhir.

Ruang Lingkup Farmakologi

1. Farmakognosi

Mengenal Farmakologi, Ilmu Penting Dalam Dunia Farmasi Hey Healthiest
Herbal Tradisional

Farmakognosi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang obat yang berasal dari tanaman beserta zat-zat aktif yang terkandung di dalamnya. Farmakognosi memegang peranan penting dalam pengembangan obat-obat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris atau turun temurun.

2. Farmakokinetika

farmakologi farmakokinetika
Perjalanan obat di dalam tubuh dengan proses-proses farmakokinetika yang dialaminya

Farmakokinetika dapa didefinisikan sebagai perjalanan obat mulai dari awal pemberian, bagaimana absorpsinya di dalam usus, transpor dalam darah, distribusinya ke jaringan atau tempat kerja lainnya dan biotransformasi (perombakan) hingga akhirnya obat tersebut dieksresikan (absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi atau eliminasi). Singkatnya, farmakokinetika mempelajari segala tindakan yang dilakukan tubuh terhadap suatu obat.

3. Farmakodinamika

Farmakodinamika mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup, terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologis, serta efek terapeutik yang ditimbulkan. Singkatnya, farmakodinamika mempelajari seluruh aspek obat terhadap tubuh.

Mekanisme kerja obat dalam farmakodinamika dapat digolongkan sebagai berikut:

a) Secara fisik, misal anastetika inhalasi yang bekerja melarut dalam lapisan lemak dari membran sel sehingga transpor oksigen dan zat nutrisi terganggu dan aktivitas sel terhambat sehingga anastesi ini akan memberi efek mati rasa.

b) Secara kimiawi, misalnya antasida yang bekerja dengan mengikat kelebihan asam lambung melalui reaksi netralisasi kimiawi.

c) Melalui proses metabolisme, contoh obat yang bekerja dengan cara ini adalah antibiotik. Antibiotik dapat mengganggu pembentukan dinding sel bakteri, mengganggu sintesis protein dan metabolisme asam nukleat, dan mencegah pembelahan inti sel.

d) Melalui kompetisi reseptor spesifik atau enzim tertentu

4. Toksikologi

toksikologi

Toksikologi merupakan perpaduan antara ilmu biologi dan ilmu kimia yang mempelajari tentang efek-efek yang tidak diinginkan dari suatu zat terhadap organisme hidup. Toksikologi merupakan bagian dari farmakodinamika karena efek terapeutik berhubungan erat dengan efek toksiknya. Pada hakikatnya, suatu obat yang dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan akan bersifat racun dan merusak organisme hidup. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Paracelsus (1493-1541) yang merupakan “bapak toksikologi” bahwa “the dose makes the poison”.

5. Farmakoterapi

Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat dalam mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologis dari suatu penyakit atau berdasarkan pengalaman turun temurun (empiris).

Baca juga : Terapi Hipertensi yang Direkomendasikan JNC 8

6. Biofarmasi

biofarmasi farmakologi
Skema obat dalam bentuk tablet

Biofarmasi mempelajari dan meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dengan kata lain, biofarmasi harus memperhatikan farmulasi dari suatu sediaan obat hingga menghasilkan efek yang optimal. Bioavailabilitas memegang peranan peting dalam biofarmasi.

Faktor formulasi yang dapat mengubah efek obat di dalam tubuh antara lain:

  1. Bentuk fisik zat aktif (amorf atau kristal).
  2. Keadaan kimiawi (ester, garam, kompleks dan lainnya).
  3. Adanya zat pembantu (zat pengisi, zat pelekat, zat pelicin, dan lainnya).
  4. Proses teknik yang diguakan dalam membuat suatu sediaan (tekanan mesin tablet, alat emulgator dan lainnya).

7. Farmakogenetika

Farmakogenetika mempelajari hubungan susunan genomik seseorang dengan respon mereka terhadap obat tertentu. Dalam hal ini farmakogenetika meramalkan reaksi pasien terhadap suatu obat berdasarkan sifat-sifat genetiknya. Farmakogenetika juga memiliki peranan penting dalam penemuan dan pengembangan obat-obat baru karena dengan menerapkan teknologi mutakhir untuk identifikasi gen dan enzim yang terlibat dalam reaksi-reaksi terhadap obat, akan memperoleh banyak data yang mendukung untuk penelitian obat-obat baru.

Referensi

Tjay, T. H. (2015). Obat-obat Penting Edisi ketujuh. Elex Media Komputindo.

https://www.bbc.com/news/magazine-31042472


Share this :

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *